Tulisan ini sengaja saya buat untuk memberikan sedikit perenungan bagi kita semua yang sedang, akan dan pernah merencanakan sesuatu untuk dilakukan untuk menjadi sosok yang keren dengan istilah ‘entrepreneur’. Entrepreneur merupakan istilah yang sekarang ini selalu dipakai dan digunakan untuk seseorang yang memiliki suatu bentuk usaha ataupun pekerjaan yang mandiri dan tidak benar-benar terikat dengan sistem ataupun aturan yang membatasinya. Entrepreneur sangat berbeda dengan posisi seseorang yang bekerja menjadi seorang karyawan ataupun pegawai di suatu tempat yang harus mengikuti aturan dan ketetapan yang diberlakukan untuk mengaturnya. Tujuan menjadi entrepreneur adalah untuk melakukan suatu kegiatan ataupun usaha dimana para pelaku mendapatkan suatu hasil dan kompensasi dari setiap jerih payah dia sendiri, dan biasanya tolak ukur hasil yang diperoleh melebihi dari apa yang didapatkan oleh orang lain yang melakukan pekerjaan dengan sistem ‘aturan’. Walaupun demikian, seseorang yang telah melakukan usaha atau kegiatan yang memiliki penghasilan sedikitpun juga bisa dikatakan sebagai seorang entrepreneur. Secara prinsip mungkin bisa kita garis bawahi bahwa seorang entrepreneur adalah seseorang yang memiliki jiwa kewirausahaan atau entrepreneurship sehingga dia mampu meramu dan mengerjakan dari setiap ide dan gagasan yang dilakukannya, baik itu meniru ataupun karya sendiri, dan bisa menghasilkan sesuatu manfaat khususnya hasil dan pendapatan yang cukup untuk memenuhi kebutuhannya dan bisa melangsungkan roda dari kegiatan dan usaha yang dilakukannya.
Permasalahan utama adalah apakah seorang yang sudah berniat terjun untuk menjadi seorang entrepreneur murni dan berani meninggalkan habitat sebelumnya akan selalu sukses dan dapat dikatakan sebagai entreprener yang berhasil? Tentu saja tidak… Ratusan bahkan ribuan orang sudah bisa disebut sebagai entrepreneur yang sukses, namun masih banyak orang-orang yang sudah dengan niat baja, gigih, ulet dan hardworker untuk menjadi seorang entrepreneur sejati, toh kenyataannya mereka hanya gigit jari dan siap menanggung kerugian bahkan kebangkrutan yang luar biasa dari kegagalan dalam menjalankan usahanya.

